Duh, Mobnas Kadis DKP Kota Bengkulu Tabrak Lari Korban Hingga Tewas

0
664
Kendaraan yang menabrak warga hingga tewas (atas) dan Kadis DKP Kota Bengkulu (bawah)/Kolase

RAKYAT DAERAH – Ini sikap yang tak pantas dicontoh oleh semua orang. Bagaiman tidak, mobil dinas (Mobnas) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kota Bengkulu, Tarzan Naidi terlibat kasus tabrak lari yang menyebabkan korban hingga tewas, pada Senin (18/8) pagi.

Data terhimpun, mobnas yang digunakan pelaku tersebut merupakan kendaraan dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu jenis Innova warna biru dengan nomor polisi (nopol) BD 1506 CY.

Sedangkan, korban bernama Adi Afrianto berusia 49 tahun, warga Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu.

Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno melalui Kasat Lantas, AKP Aan Setiawan mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pejabat Pemkot Bengkulu tersebut.

“Hari ini, Senin (18/8) sekitar pukul 06.09 WIB telah terjadi laka lantas tabrak lari yang menyebabkan korban meninggal dunia,” ujar Kasat Lantas kepada wartawan, Selasa (19/8).

Kasat menjelaskan, kejadian bermula saat sebuah mobil melaju dari arah Pasir Putih menuju arah Sport Center. Kemudian, saat tiba di jalan sekitar Bencoolen Mall, mobil tersebut menyalib kendaraan di depannya.

Hanya saja mobnas tak terkendali saat pelaku membanting setir ke kiri itu. Di lokasi kejadian, mobnas tadi menabrak salah satu dari dua orang pasangan suami istri yang sedang jogging di kawasan pantai.

Lebih jauh, pengemudi bukan menolong korban namun pergi melarikan diri bersama kendaraanya. Spontan, Istri korban yang berada di lokasi berteriak histeris. Warga yang berada di lokasi berdatangan untuk mendekat dan memberikan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian kepala belakang, dan muka lecet. Meski sudah ditangani medis, nyawa korban tidak dapat diselamatkan serta dinyatakan meninggal dunia beberapa jam usai kejadian.

Usai mendapatkan laporan tersebut, personil Satlantas Polresta Bengkulu langsung berada ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari lokasi kejadian, polisi berhasil mengamankan pelaku berkat rekaman kamera CCTV.

“Kita melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan CCTV di lokasi kejadian. Daru datanya di Samsat dan penggunanya. Sore itu juga kita temukan kendaraan itu di rumah pelaku,” jelasnya.

Tak hanya itu, saat diperiksa pelaku mengaku meninggalkan lokasi kejadian karena takut jadi bulan bulanan massa.

“Alasan sementara pelaku melarikan diri karena menghindari amukan massa,” tutup Kasat Lantas. [TIM]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here