Beroperasi 2027, PGE Hulu Lais Mampu Aliri Listrik Satu Pulau

0
478
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi/Ist

RAKYAT DAERAH – Keberadaan PT. Pertamina Geothermal Energy (PGE) Hululais yang terpusat di Kecamatan Lebong Selatan dan Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, masih menimbulkan pro dan kontra kehadirannya.

Bagaimana tidak, sejak bereksplorasi tahun 2012, hingga saat ini dinilai belum memberikan manfaat yang terukur untuk kemajuan Kabupaten Lebong. Terutana dalam memajukan perekonomian daerah.

Berbagai persoalan yang muncul mulai disinyalir memberikan dampak lingkungan hingga belum sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang dianggap masih jauh panggang dari api.

Tantangan itu tampaknya akan terjawab di Kabupaten Lebong. Kehadiran PT PGE yang tersebar dibeberapa Kecamatan, seperti PT PGE Proyek Hulu Lais, PT PGE Bukit Daun di Kecamatan Rimbo Pengadang dan PT PGE yang berada di lokasi Tambang Sawah disebut akan menjadi pusat penyuplai energi terbesar untuk Provinsi Bengkulu.

Kapasitas 2 x 55 Megawatt (MW) dapat menghasilkan daya listrik yang cukup besar. Angka 2 x 55 MW berarti total daya yang dihasilkan adalah 110 MW. Daya sebesar ini setara dengan 110.000.000 watt, atau 110.000 kilowatt.

Dengan menyuplai energi 2X55 MW dari PT PGE Hulu Lais, lumbung energi yang berasal dari Lebong mampu mengaliri listrik lebih dari 150.000 rumah atau setara dengan kebutuhan listrik 1 juta penduduk Provinsi Bengkulu maupun pulau Sumatera sendiri.

Pimpinan Proyek (Pimpro) PT PGE Hulu Lais, Hasan Basri pernah mengungkapkan, rencananya PT PGE Hulu Lais bekerja sama dengan PT PLN untuk produksi Pembakitan Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) 2×55 megawatt.

“PT PGE Hulu berpotensi menghasilkan cadangan listrik mencapai 250 megawatt. Nanti Kabupaten Lebong diprediksi akan menjadi penyuplai energi terbesar di Bengkulu,” kata Hasan saat berbincang dengan wartawan, pada Rabu (1/11/2017).

Bakal Beroperasi Tahun 2027

PLTPB yang memiliki kapasitas 2×55 MW tersebut diprediksi sudah mulai beroperasi pada tahun 2027 mendatang.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan PGEO Yurizki Rio kepada CNBC Indonesia dalam Energy Corner, Kamis (8/5) dikutip CNBB Indonesia.

“Nah, ini pun sebenarnya yang biaya keuangan ini merupakan hasil dari proyek Hululais kami akan commercial operation date (COD) tahun 2027,” katanya sembari menjelaskan pembangunan steam field untuk PLTP Hululais sudah rampung.

Diketahui, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Eniya Listiani menyadari bahwa masalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sempat menjadi isu dalam pengembangan proyek EBT, salah satunya yakni panas bumi.

Namun demikian, guna mengatasi hal itu pemerintah telah merilis Permen ESDM nomor 11 tahun 2024, yang memberikan keleluasaan bagi investor untuk masuk ke dalam proyek tanpa adanya pengecualian tertentu dalam dokumen bidding.

PGE Hulu Lais Bakal Sumbang DBH Bagi Provinsi Bengkulu

Setelah sekian lama proses eksplorasi, kedepannya PT PGE Hulu Lais, akan memberikan kontribusi bagi hasil bagi keuangan daerah Kabupaten Lebong maupun Provinsi Bengkulu, sebagai wilayah kuasa pertambangan (WKP).

Salah satunya Bengkulu akan mendapat dana bagi hasil (BDH) dari hasil penjualan listrik panas bumi PGE Hulu Lais yang berlokasi Kabupaten Lebong tersebut. PLTPB Hulu Lais memiliki kapasitas 2×55 Mega Watt (MW).

PLTPB Hulu Lais di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu, saat ini dalam proses penyusunan dokumen penawaran (bidding) tender untuk pembangunan turbin yang direncanakan sejak tahun 2020 lalu.

Tahun 2024 lalu, tahapan persiapan Standar Bidding Documents (SBD) lelang sudah dilakukan antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan dari Jepang, sehingga tahun ini proses konstruksi mulai dikerjakan.

“Dari hasil koordinasi dengan PLN, mereka sedang menyusun dokumen bidding untuk proses tender pembangunan turbin. Jadi, proses kontruksi turbin dilaksanakan pada tahun 2025 ini, setelah proses tender selesai,” tutup Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here