Sinyal Tim Ekspedisi Gunung Patah Sempat Terdeteksi, Tapi Kembali Terputus 

0
211

RAKYAT DAERAH – Upaya tim pencarian terhadap 8 orang tim ekspedisi pendakian Gunung Api Patah terus diupayakan, bahkan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI hingga Orari harus berkerja keras.

Dari berbagai upaya yang dilakukan tim pencarian, pihaknya sempat mendeteksi sinyal radio para pendaki di frekuensi 144.330 pada 18 Maret 2025 lalu, hingga Kamis 20 Maret 2025 sinyal tersebut terputus.

“Ya, kemarin (Selasa, 18 Maret 2025, red) frekuensi HT para pendaki sempat terdeteksi, tetapi sinyalnya kecil dan terputus,” ujar Dani kepada awak media.

Sejauh ini lanjutnya, Tim Basarnas Bengkulu Selatan telah menerima laporan dari pihak keluarga pendaki yang mulai khawatir terhadap keberadaan mereka.

Namun pihaknya memastikan akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai elemen untuk memastikan keselamatan tim pendaki.

“Jika situasi tidak kunjung membaik, pencarian lebih lanjut akan dilakukan,” pungkasnya.

Diketahui Gunung Patah sendiri adalah gunung berapi dengan vegetasi hutan hujan tropis yang sangat lebat, terletak pada sebelah timur daripada Gunung Dempo di Sumatera, Indonesia, tepatnya pada perbatasan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bengkulu.

Para pendaki Gunung Patah tersebut sebanyak delapan orang, pendaki itu berasal Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu, dan dua orang dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unihaz Bengkulu. Para pendaki yang tergabung dalam organisasi BSR ini mulai melakukan pendakian sejak, Jumat 7 Maret 2025. Namun, sejak Sabtu 8 Maret 2025 tim putus kontak hingga sampai saat ini, belum ada kabar ataupun komunikasi terhadap kedelapan pendaki tersebut.

Adapun, kedelapan pendaki tersebut diketahui bernama, Budi, Rahmat, Ramadan, Bambang, Ogi, Herzan, Gading, dan satu lagi Joni.[924]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here