Presiden Diminta Copot Kapolri, AMM: 2 Tahun Penembakan Tokoh Muhamadiyah Tak Terungkap 

0
414

RAKYAT DAERAH – Mahasiswa Bengkulu yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) menggelar aksi demonstrasi di Mapolresta Bengkulu pada Selasa, (4/2). Aksi yang berlangsung damai itu menuntut pengungkapan kasus penembakan Rahiman Dani yang terjadi 2 tahun lalu.

“Tepat hari ini kasus penembakan Rahiman Dani sudah berusia 2 tahun tapi tidak ada tanda-tanda sedikit pun kasus ini bakal terungkap. Kedatangan kami hari ini untuk menagih janji Kapolda Bengkulu yang pada tahun 2023 lalu berjanji segera menangkap pelaku,” kata Ketua Umum PC IMM Kota Bengkulu, Frasetyo Mandala Putra usai orasi.

Frasetyo mengatakan, pihak kepolisian sama sekali tidak menunjukan itikad baik untuk mengungkap kasus percobaan pembunuhan terhadap Rahiman Dani. Kasus ini seolah-olah tidak penting padahal melibatkan ancaman nyawa terhadap seorang tokoh publik.

“Kami sangat menyayangkan karena sama sekali tidak ada progres yang menunjukan keseriusan pihak kepolisian untuk mengungkap kasus. Jika pihak kepolisan benar-benar tidak mampu mengungkap kasus ini kami minta Pak Kapolres menandatangani surat pernyataan tidak mampu,” terang Frasetyo.

Selain itu, mahasiswa juga mendesak Preisden Prabowo segera mencopot Kapolri Listyo Sigit Prabowo sebagai pihak yang paling bertanggungjawab. Kapolri disebut gagal memperbaiki internal kepolisian sehingga tidak mampu mengungkap kasus penembakan Rahiman Dani.

“Kami minta Presiden Republik Indonesia segera memecat Kapolri karena tidak mampu memperbaiki internal kepolisian,” tegas Frasetyo.

Usai berorasi, mahasiswa langsung ditemui Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno. Kapolresta yang baru menjabat itu mengatakan, pihaknya sampai hari terus berupaya mengungkap kasus penembakan Rahiman Dani. Ia meminta seluruh pihak turut membantu agar kasus ini segera terungkap.

“Kita tidak ada kepentingan apa pun untuk menahan kasus ini. Memang untuk mengungkap suatu kasus, kita butuh bukti fakta dan keterangan saksi. Sepanjang itu kita penuhi sebagai unsur-unsur tindak pidana maka kita akan proses kasus ini ke tahap selanjutnya,” kata Kombes Pol Sudarno.

Diketahui, pada hari Jumat, tanggal 3 Februari 2023 lalu, telah terjadi insiden penembakan terhadap Rahiman Dani. Tokoh Muhamamdiyah itu ditembak OTK saat sedang berjalan kaki dari rumahnya menuju masjid untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

Akibat penembakan itu Rahiman Dani mengalami luka tembak di tangan kiri hingga tembus ke bahu. Beruntung nyawanya selamat usai menjalani perawatan itensif di rumah sakit.

Rahiman Dani adalah Tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jendral PP Pemuda Muhammadiyah. Saat ini Rahiman Dani menjabat sebagai Wakil Ketua PW Muhammadiyah Bengkulu.

Selain itu, Rahiman Dani juga dikenal sebagai Tokoh Pers. Ia saat ini masih menjabat Wakil Ketua Umum PP JMSI dan Dewan Pembina PWI Bengkulu. Saat insiden penembakan, Rahiman Dani sedang berstatus sebagai Calon Anggot DPD RI Dapil Bengkulu. [tim]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here