
RAKYAT DAERAH – Warga lingkungan Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dibuat geger dengan peristiwa berdarah yang terjadi pada Kamis (7/11) lalu sekitar pukul 19.10 WIB. Peristiwa berdarah ini melibatkan pasangan suami istri bernama Saprudin (39) dan Reni Siska Weli (35). Keduanya warga Kelurahan Turan Lalang Kecamatan Lebong Selatan.
Peristiwa berdarah itu pun mengundang tanda tanya. Sebab, ditemukan sosok Reni yang terkapar di sebuah pondok kebun milik warga dalam kondisi tak bernyawa. Sedangkan, Saprudin dalam kondisi kritis.
Informasi yang berhasil dihimpung di lokasi kejadian, pasangan suami istri itu sudah saling kenal sejak tahun 2008 lalu. Dari pernikahannya, ia memiliki orang anak.
Antara korban dan pelaku sempat tinggal di Ipuh Bengkulu Utara, setelahnya pisang ranjang sejak bulan Mei 2024.
Setelah melalui proses penyelidikan selama satu pekan, polisi menyatakan penyebab kematian seorang ibu di Kabupaten Lebong diduga karena dianiaya.
Penyidik Polres pun telah menetapkan Saprudin, sebagai tersangka penganiayaan yang menewaskan istrinya.
Kapolres Lebong, AKBP Awilzan melalui Kasat Reskrim, AKP Rabnus Supandi membenarkan informasi tersebut.
“Benar sudah naik dik. Dalam waktu dekat ini kita akan expose,” tuturnya.
Terpisah, Penasehat Hukum tersangka, Reko Hernando tak menampik kejadian tersebut.
Ia mengaku, kliennya sangat menyesal saat memberikan keterangan di hadapan penyidik.
“Iya, klien kita sangat menyesal karena telah melakukan pembunuhan terhadap korban,” tuturnya usai mendampingi pelaku.

Disisi lain, ia menyebutkan, tersangka nekat melakukan itu lantaran cemburu melihat korban live streaming di media sosial jenis facebook bersama pria lain di sebuah pondok wisata Danau Picung.
Akibat cekcok terkait tersebut, akhirnya pelaku nekat mengakhiri istrinya dengan membabi buta dengan menggunakan pisau gagang kayu sarung kayu warna cokelat dengan ukuran 20 cm.
Korban sempat memberontak, namun tak berdaya hingga akhirnya ditemukan sudah meninggal dunia.
Karena sudah tahu korban meninggal, akhirnya pelaku berusaha bunuh diri lantaran ingin mati bersama istri dengan cara menusuk ke arah dada, perut dan menyayat pergelangan tangan kiri.
Usai melakukan aksinya, pelaku sempat memeluk badan korban. Pelaku sempat mengambil Hp dan memberikan pesan singkat kepada anaknya untuk menjemput keduanya yang sudah terluka parah, dan kemudian Video Call warga lain untuk menjemput keduanya.
“Sebelum melakukan aksinya, klien kita awalnya ingin mengobrol biasa dengan korban terkait postingan tersebut, namun karena keduanya terlibat cekcok akhirnya membuat klien kita emosi dan melakukan perbuatannya. Klien kita koperatif dan mengakui perbuatannya,” demikian Reko. [011]





