Upaya Majukan Usaha Lokal, FH Unib Lakukan Pendamping & Peningkatan Pemahaman Merek Di Desa Tapak Gedung 

0
365

RAKYAT DAERAH – Desa Tapak Gedung merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumber daya alam dan kreativitas penduduknya, yang kini sedang bertransformasi menjadi pusat pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Salah satu inisiatif penting yang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal ini dengan program pendampingan dan peningkatan pemahaman merek bagi para pelaku usaha di desa tersebut.

Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat itu dilakukan oleh akademisi dari Fakultas Hukum (FH) Unversitas Bengkulu (Unib) Rahma Fitri, SH, MH dan Ria Anggraeni Utami, SH, MH, beserta mahasiswa Putri Wulandari (NPM B1A022318) dan Juni Saputra (NPM. B1A020431) ini dilakukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya merek dalam meningkatkan perekonomian bagi pelaku usaha serta sebagai salah satu pendukung daya saing produk.

Kabupaten Kepahiang khususnya di Desa Tapak Gedung Kecamatan Tebat Karai memiliki ±2,52 ha lahan kopi dan berdasarkan data BPS tahun 2023, pada tahun 2022 kopi yang dihasilkan dapat mencapai 2.236.180 ton yakni berupa kopi Robusta. Kopi yang dihasilkan dikelola oleh masyarakat masih menggunakan pemasaran secara tradisional dan belum sepenuhnya memahami peran merek sebagai identitas pelaku usaha yang mampu meningkatkan citra positif dalam pikiran konsumen.

Pada tahapan pengabdian ini, pertama dilakukannya sosialisasi bagi seluruh pelaku usaha mengenai merek serta arti penting dan perlindungan terhadap merek berdasarkan Undang￾Undang Nomor 20 Tahun 2016, tentang Merek dan Indikasi Geografis. Kemudian dilakukan pendampingan yang dilaksanakan dalam bentuk mentoring yang interaktif, peserta diajak untuk mengenal konsep dasar branding, pembuatan logo dan nama yang mudah diingat serta unik bagi produk mereka.

“Kegiatan ini sangat membantu kami khususnya pelaku usaha di Desa Tapak Gedung dalam memasarkan produk, dan sekarang juga kami mengerti bahwa merek bisa membuat produk kami lebih dikenal dan dipercaya,” kata selaku Kepala Desa Tapak Gedung, Robi Indarta.

Kesuksesan program ini tidak lepas dari peran pemerintah Kabupaten Kepahiang dan kontribusi Pemerintahan Desa Tapak Gedung dalam memfasilitasi dan mendukung kegiatan pengabdian pada masyarakat Fakultas Hukum Universitas Bengkulu.

“Kami berharap program ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk mendorong daya saing produk desa di pasar nasional,” ucap Kepala Desa Tapak Gedung, Robi Indarta.

Robi menambahkan, bahwa peningkatan pemahaman merek di kalangan pelaku usaha di desanya akan membuka peluang untuk pengembangan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah desa akan merencanakan pengadaan pendampingan lanjutan bagi peserta yang ingin melakukan pembuatan usaha dengan langkah administrasi hingga pendfataran merek.

“Harapannya, Desa Tapak Gedung tidak hanya dikenal sebagai penghasil produk-produk berkualitas, tetapi juga sebagai contoh desa yang berhasil mengembangkan merek lokal yang kuat. Dengan adanya program seperti ini, diharapkan

semangat kewirausahaan di Desa Tapak Gedung terus meningkat, menjadikan desa ini sebagai salah satu penggerak utama perekonomian lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.[***]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here