Dosen HTN Unib Konsisten Sosialisasikan Pendidikan Anti Korupsi Di Desa Tapak Gedung

0
332

RAKYAT DAERAH – Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu nadi dari perguruan tinggi yang bersifat kemasyarakatan. Kegiatan ini disimbolkan dengan para professor, akademisi dan mahasiswa turun ke desa untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang tengah dihadapi publik.

Korupsi masih menjadi isu besar di Indonesia. Banyak pejabat pusat maupun daerah yang terlibat dalam kasus korupsi tanpa terkecuali di desa. Sosialisasi pendidikan anti korupsi yang diselenggarakan oleh dosen Fakultas Hukum(FH) Universitas Bengkulu (Unib) ini adalah sebuah jihad dan usaha untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas sejak dini.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen muda FH Unib, yaitu Ari Wirya Dinata, Pipi Susanti dan Ari Elcaputera. Kegiatan ini bertujuan memberikan pendidikan anti korupsi bagi siswa SDN Tapak Gedung. Sebagai generasi muda penerus bangsa maka penanaman nilai-nilai anti korupsi sedari dini adalah upaya preventif dan mempersiapkan calon-calon pemimpin Indonesia yang bermartabat, akuntabel dan berintegritas di masa depan.

Kegiatan ini di didanai oleh PNBP Fakultas Hukum Universitas Bengkulu dan didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. KPK berkontribusi memberikan seminar kit dan alat peraga bagi peserta kegiatan berupa, buku cerita anti korupsi, sticker anti korupsi, gantungan kunci dan board permainan (game) anti korupsi. Selain itu, KPK juga memberikan film (kartun) berupa pendidikan anti korupsi yang digunakan oleh tim pengabdian dalam sesi nonton bersama.

Kegiatan ini dikemas secara meriah dan menarik, dari penyampaian materi anti korupsi oleh Dosen FH, Ari Wirya Dinata, menonton film kartun anti korupsi, bedah film, bermain game dan mewarnai poster anti korupsi.

Teks Foto: Dosen HTN Unib memberikan seminar kit dan alat peraga kepada para siswa-siswi di Desa Tapak Gedung, Kepahiang.

Kegiatan ini disambut hangat oleh pihak kepala sekolah dan para guru di SDN Tapak Gedung Kepahiang. Seluruh peserta kegiatan sangat antusias dan menganggap ini adalah salah satu kegiatan yang positif dan menarik mengisi masa class meeting mereka.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik kelas 3, kelas, 4 dan kelas 5 dengan total keseluruhan sekitar 55 orang siswa-siswi. Kegiatan ini diikuti dengan menyumbang beberapa literatur anti korupsi dan game board yang dapat digunakan para guru dalam mensosialisasikan pendidikan anti korupsi.

Teks Foto: Dosen HTN Unib memberikan pembelajaran di kelas bersama siswa-siswi di Desa Tapak Gedung, Kepahiang.

Kegiatan ini dibantu oleh beberapa mahasiswa, ormawa Corruption Watch (CnW) Fakultas Hukum Universitas Bengkulu, dan ormawa literasi desa dari FKIP yang turut membantu dan memeriahkan kegiatan.

“Harapannya semangat dan Gerakan anti korupsi bisa menjadi kultur untuk selalu di gaungkan agar dapat menjadi Gerakan perubahan untuk Indonesia hebat, Indonesia bersih dari korupsi,” tutur Ari selaku Ketua program pengabdian.

Kegiatan ini juga memberikan apresiasi kepada peserta yang memenangkan game anti korupsi dan lomba mewarnai poster anti korupsi.

Selain mendapatkan sambutan hangat dari pihak sekolah kegiatan ini juga mendapatkan sambutan hangat dan ucapan terima kasih dari kepala desa Robi dan berharap kegiatan ini dapat berlanjut dimasa-masa akan datang karena tidak hanya memberikan pemahaman namun juga dapat memberikan motivasi kepada anak-anak di desa tapak Gedung untuk lebih belajar dan bercita-cita.[***]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here