
RAKYAT DAERAH – Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi RI, Viva Yoga Mulyadi bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian, meninjau Sekretariat Ekspedisi Patriot di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, Selasa (9/9).
Ekspedisi patriot merupakan salah satu program unggulan Kementerian Transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia, mulai tahun 2025 ini. Salah satunya di kawasan transmigrasi Lagita (Lais, Giri Makmur, Ketahun).
Adapun sekitar 2.000 mahasiswa dan ratusan dosen pendamping dari tujuh perguruan tinggi nasional, di antaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perwakilan tim ekspedisi, Ahmad Zaini Mifta dari Universitas Padjadjaran, menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah daerah.
“Kami hadir tidak hanya untuk penelitian, tetapi juga memberikan rekomendasi berbasis evidence solution agar kebijakan yang lahir sesuai kondisi lapangan. Tim di Bengkulu Utara akan bekerja di 56 desa selama empat bulan dengan fokus pada pemetaan potensi ekonomi masyarakat transmigran,” jelasnya.
Sementara itu, Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mulyadi menegaskan, keterlibatan mahasiswa menjadi energi baru bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
“Transmigrasi bukan sekadar memindahkan penduduk, tapi membangun pusat pertumbuhan baru. Kehadiran mahasiswa dengan riset dan gagasan segar akan mempercepat kemandirian kawasan transmigrasi,” ucapnya sembari menikmati hidangan sederhana khas masyarakat setempat, mulai dari keripik singkong, pisang salai, hingga mie instan.

Selanjutnya, Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, berharap kegiatan ini tidak hanya memberi pengalaman lapangan bagi mahasiswa, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap ekspedisi ini melahirkan solusi yang bisa langsung dirasakan oleh warga transmigran,” tutup Mian. [011]




