RAKYAT DAERAH – Nurma (62) warga RT 08 RW 02 Kelurahan Pasar Bengkulu menahan tangis saat melihat Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama BazNas Kota Bengkulu mengantarkan langsung bantuan kursi roda ke kediamannya, Jumat (11/5/25).
Kedatangan orang nomor 1 di Kota Bengkulu berkat anak kandung Nurma menghubungi Walikota mengabarkan kondisi ibunya yang sakit dan berharap diberi bantuan kursi roda.
Mendapat informasi tersebut, Politisi Partai PAN itu langsung menghubungi BazNas agar memberikan kursi roda. Nurma didampingi suami, Ali Oyon (65) tampak senang sekaligus terharu karena merasa diperhatikan oleh Walikota.
Informasi lain, penerima bantuan kursi roda ini mempunyai penyakit gula atau diabetes sehingga membuat kedua kakinya lumpuh, tidak bisa berjalan. Sebelumnya ia bersama suami bekerja sebagai penjual kue keliling.
“Terima kasih banyak pak wali atas bantuan bapak. Saya juga dapat BPJs gratis. Kemarin dapat bantuan alat bantu pendengaran juga pakai BPJs, Alhamdulillah benar-benar gratis. Alat bantu pendengaran ini kalau beli harganya Rp 600 ribu. Sekarang saya dapat bantuan lagi kursi roda. Sekali lagi terima kasih, semoga pak walikota sehat selalu,” kata Nurma.
Sementara itu, Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi juga menyampaikan terima kasih atas doa tersebut. Pada kesempatan itu, ia juga mendoakan seluruh masyarakat Kota Bengkulu agar tetap sehat dan bahagia.
“Kita sama-sama mendoakan. Warga mendoakan pemimpinnya, pemimpin juga mendoakan dan membantu masyarakatnya,” tambah Dedy.
Menurutnya, kedatangan pihaknya untuk menjamin kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Apalabila masyarakat butuh berobat diberikan BPJs gratis. Sedangkan, masyarakat yang butuh kursi roda bisa ajukan ke pemerintah dan melalui BazNas akan menyalurkan bantuan.
“Kemudian kalau masyarakat terkendala soal pendidikan, pendidikan juga gratis. Kalau ada yang minta bayar kasih tahu saya. Jadi kini SD SMP sudah gratis semua. Komite dan LKS tidak ada lagi. Kalau masih diminta kasih tahu saya. Karena kami ingin di Kota Bengkulu ini warganya betul-betul dimanjakan. Mulai dari lahir sampai meninggal pemerintah yang urus. Saya ini pelayan masyarakat,” demikian Dedy. [011]





