Wagub Bengkulu Pastikan Proyek Penanganan Longsor Sesuai Target 

0
269
Wagub Provinsi Bengkulu Sidak Proyek penanganan Longsor di Jalur lintas kabupaten Liku Sembilan.dok_mc

RAKYAT DAERAH – Memastikan kelancaran dan keamanan dijalur lintas kabupaten dari kota Bengkulu menuju kabupaten Kepahiang. Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Bengkulu Mian, Minggu kemarin (4/5) melakukan sidak Proyek penangan lokasi longsor di kawasan liku sembilan.

Dikatakan Wagub Mian, pihak provinsi akan terus bekerja keras demi kenyamanan masyarakat Bengkulu terutama bagi pengemudi di jalur liku sembilan Bengkulu Tengah menuju kabupaten Kepahiang.

“Kita memastikan proyek penanganan longsor Bengkulu Tengah yang dilaksanakan oleh proyek pihak Balai berjalan dengan lancar dan bisa cepat diatasi. Sebab, lokasi longsor sudah mengancam jalur dan pengendara yang melintas dikawasn itu,” terang, Mian.

Mian mengungkapkan, peninjauan yang dilakukan ini sekaligus untuk mempertanyakan status lahan yang digarap dalam proyek penanganan longsor tersebut.

“Kita akan pastikan dan kita akan koordinasi ke Bupati Kepahiang terkait status lahanya milik masyarakat bersertifikat atau masyarakat garap kawasan,” terang Mian.

Diketahui, Proyek penanganan longsor Nakau hingga perbatasan Kepahiang ini menelan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar dengan pelaksanaan kerja selama 180 hari, terhitung sejak 20 Maret lalu.

Hanya saja, proyek dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu ini menuai sorotan, karena aktivitas pekerjaan yang membabat pepohonan dan akan berdampak kepada kondisi jalan yang mudah longsor.

“Ini kalau ditumbangi kayak gini habis jalan,” cetus Mian.

Penanganan Longsor di Liku Sembilan menelan anggaran Rp 6,7 Miliar.dok_mc

Sementara itu, PPK I Unit III Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Bengkulu, Komarudin mengatakan, saat ini aktivitas pekerjaan masih berupa pembersihan sisi lahan. Rencananya, proyek penanganan longsor ini akan menggunakan pondasi Bore Pile.

“Kita akan gunakan Pondasi jenis Bore Pile yang merupakan pondasi berbentuk layaknya tabung panjang dan ditancapkan ke dalam tanah,” jelas Komarudin.

Komarudin menyampaikan, Penggunaan Bore Pile ini difungsikan untuk mengalirkan beban berat kontruksi ke dalam lapisan tanah yang lebih keras. Metode bore pile ini digunakan jika struktur permukaan tanah tidak kuat untuk menahan keseluruhan beban bangunan yang akan didirikan.

“Lagi pembersihan nantinya pondasinya Bore Pile. Ini lahan sudah dibuka masyarakat sudah jadi kebun kopi. Longsor di sisi jalan ini sudah terjadi sejak  2021, tapi alokasi anggaranya baru sekarang,” sampai Komarudin.[MC/rls]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here