RAKYAT DAERAH- Menjamurnya minimarket di Kota Bengkulu mengancam dan bisa mematikan pedagang kecil. Menanggapi itu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menerima laporan banyak warung kecil tutup dan bangkrut karena terdampak dengan jaringan gerai modern yang terus bertumbuh.
“Mulai saat ini saya pastikan tidak ada izin penerbitan baru. Sementara untuk penerbitan izin pendirian gerai modern baru, seperti Indomaret dan Alfamart kita hentikan,” terangnya.
Dedy menyampaikan, bahwa kebijakan Ini sebagai bukti pemerintah hadir ditengah masyarakat dan mencari solusi atas masalah yang sedang dihadapi.
“Kita hadir ditengah masyarakat melindungi kaum kecil. Bisa kita lihat fakta di lapangan, warung-warung kecil dengan modal yang minim mulai tergerus karena hadirnya indomaret dan alfamart,” tuturnya.
Dedi mengungkapkan, langkah ini bisa memberikan ruang tumbuh bagi pelaku usaha kecil dan menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan di Kota Bengkulu.
Kebijakan yang dikeluarkan ini mendapat dukungan dari Kementerian Investasi/BKPM RI. saat Walikota – Wawali Ronny bersama jajaran Pemkot Bengkulu saat menggelar audiensi dengan Rahardjo Siswohartono selaku Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha Sektor Non Industri di Jakarta.
“Semoga bisa memberi manfaat bagi masyarakat Kota Bengkulu. Harapannya warung-warung kecil dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” kata Rahardjo. [rls]






