
RAKYAT DAERAH – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu sedang menuntaskan pembangunan dan preservasi jalan nasional sepanjang 66,41 kilometer di koridor Kabupaten Kaur hingga perbatasan Provinsi Lampung.
Proyek tersebut dikerjakan Satker Wilayah II di bawah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Achmad Perianto, S.T. Fokus pekerjaan berada pada Ruas Iskandar Baksir – Tanjung Kemuning – Batas Provinsi Lampung.
Berdasarkan evaluasi teknis dan kondisi terkini di lapangan, progres fisik pada segmen- segmen krusial telah mencapai 98 persen.
Kepala Satker Wilayah II, Suwarno, S.T., menjelaskan bahwa penanganan dilakukan menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi geoteknis dan volume lalu lintas harian rata-rata di koridor tersebut.
“Jenis Pekerjaannya, penanganan mencakup tigakegiatan utama seperti, Pemeliharaan rutin (routine maintenance) untuk menjaga kondisi permukaan jalan secara berkala, Rehabilitasi minor untuk memulihkan kerataan permukaan dan fungsi lapis aus dan Rekonstruksi perkerasan pada segmen yang mengalami kelelahan struktural akibat beban gandar tinggi,” Jelas Suwarno, S.T.,
Pengendalian Mutu
Setiap tahapan pelaksanaan dikawal melalui standar Quality Control (QC) dan Quality Assurance (QA). Pengawasan meliputi ketebalan lapis perkerasan, mutu material bergradasi tinggi, serta sistem drainase lateral dan longitudinal untuk mencegah genangan dan hydroplaning yang dapat merusak struktur perkerasan.
“Kegiatan preservasi ini dirancang untuk memberikan early benefit bagi pengguna jalan, mengoptimalkan aspek kenyamanan, keselamatan berkendara, serta menjamin kelancaran arus logistik,” ujar Satker Wilayah II di bawah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3, Achmad Perianto, S.T.
“Dengan berpedoman pada spesifikasi teknis yang berlaku serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara disiplin, kami memastikan jaringan jalan nasional ini tetap berada pada tingkat kemantapan yang berkelanjutan,” lanjutnya.
Perluasan ke Ruas Penunjang
Selain jalur utama Lintas Barat Sumatra, BPJN Bengkulu bersama pemerintah daerah juga menangani ruas penunjang di Kabupaten Kaur. Pekerjaan meliputi rekonstruksi di Tanjung Kemuning, Datar Lebar, hingga Tanjung Iman menuju Muara Sahung untuk mengurangi isolasi wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
BPJN Bengkulu juga melakukan koordinasi terpadu dan joint survey bersama BPJN Lampung. Kegiatan tersebut membahas penentuan ending station serta penyelarasan penanda batas wilayah di kawasan Jembatan Manula.
Dampak yang Diharapkan
Setelah preservasi selesai, BPJN Bengkulu memperkirakan tingkat pelayanan jalan atau Level of Service (LoS) akan meningkat. Distribusi komoditas unggulan di bagian barat Pulau Sumatera semakin lancar karena didukung Infrastruktur yang memadai sehingga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antarprovinsi dan menekan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pengguna jalan.
[Kontributor AD]





