DPRD & Camat Dorong Pelebaran Jalan Rawan Kecelakaan di Depan SMPN 66 BU

0
6
Ruas jalan poros Kabupaten di Desa Napal Putih, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara yang kerap mengalami kecelakaan dan masyarakat mintak di bangun.dok_ist

RAKYAT DAERAH – Kesekiankalinya insiden kecelakaan tunggal terjadi di ruas jalan poros Kabupaten di Desa Napal Putih, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara.

Terbaru, salah satu kendaraan angkutan sawit milik masyarakat dilaporkan terbalik saat melintasi ruas jalan tersebut.

Peristiwa itu kembali menambah kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi jalan poros yang berada di depan SMPN 66 Bengkulu Utara.

Diduga, kecelakaan terjadi akibat sempitnya badan jalan, sehingga kendaraan yang berpapasan harus saling mengalah dan salah satu kendaraan terpaksa keluar dari badan jalan.

Kondisi tersebut menjadi sangat berisiko, terutama bagi kendaraan dengan muatan berat seperti truk angkutan sawit.

Saat harus mengambil sisi jalan yang tidak stabil atau keluar dari badan jalan untuk memberi ruang kepada kendaraan lain, kendaraan bermuatan berat berpotensi kehilangan keseimbangan hingga terbalik.

Masyarakat Desa Napal Putih maupun masyarakat Kecamatan Napal Putih secara umum pun menaruh perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Mereka menilai, sempitnya ruas jalan itu telah beberapa kali memicu insiden kecelakaan. Warga mendesak adanya upaya pelebaran bahu jalan, khususnya pada titik jalan yang sempit, menikung tajam dan menanjak dengan panjang sekitar 100 meter itu.

Pelebaran bahu jalan dinilai penting agar pengguna jalan dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman, terutama ketika dua kendaraan berukuran besar berpapasan.

Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.Km, M.Si, membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan poros Desa Napal Putih yang kerap menjadi lokasi insiden kecelakaan.

Diakuinya, beberapa kejadian terjadi ketika kendaraan besar berpapasan dan salah satu kendaraan harus mengalah dengan keluar dari badan jalan.

“Memang keluhan masyarakat terkait kondisi jalan tersebut sudah disampaikan. Beberapa insiden terjadi karena kendaraan besar yang berpapasan harus ada yang mengalah. Kondisi itu tentu memiliki risiko, terutama kendaraan dengan muatan berat yang bisa saja terbalik,” ujarnya.

Menurut Budi, diperlukan langkah konkret berupa pelebaran bahu jalan pada titik ruas jalan yang menikung dan menanjak tersebut. Pasalnya, lebar badan jalan yang ada saat ini dinilai cukup berisiko bagi keselamatan pengguna jalan, khususnya kendaraan angkutan hasil perkebunan masyarakat.

Budi mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas Pekerjaan Umum agar dapat mengakomodir persoalan tersebut.

Selain melalui pemerintah daerah, menurutnya terdapat opsi lain yang dapat diupayakan dengan melibatkan peran perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah setempat, salah satunya PT ALNO.

Hal itu mengingat ruas jalan tersebut menjadi salah satu jalur yang menopang mobilisasi masyarakat dalam mengangkut dan menjual hasil perkebunan ke perusahaan.

Terpisah, Anggota DPRD Bengkulu Utara, Doni Asikin, turut menyuarakan dorongan agar pelebaran bahu jalan di depan SMPN 66 Bengkulu Utara, Desa Napal Putih, dapat segera menjadi perhatian.

Menurutnya, kondisi jalan yang sempit, menanjak dan menikung tajam sangat berisiko bagi mobilitas masyarakat dan pengguna jalan lainnya.

“Sudah selayaknya dilakukan pelebaran bahu jalan di titik tersebut. Kondisi jalan yang sempit, menanjak dan menikung tentu sangat berisiko, terutama bagi kendaraan yang membawa muatan berat,” kata Doni.

Politisi DPRD Bengkulu Utara itu berharap persoalan tersebut dapat memperoleh perhatian serius dari organisasi perangkat daerah teknis terkait, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Utara.

Minimal, Doni berharap dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 dapat dialokasikan anggaran khusus untuk mendukung pelebaran bahu jalan di titik rawan tersebut.

Selain mengandalkan anggaran pemerintah daerah, Doni juga mendorong keterlibatan aktif perusahaan yang berada di wilayah setempat.

Menurutnya, jalan tersebut merupakan salah satu penunjang utama mobilitas masyarakat dalam menjual hasil perkebunan kepada perusahaan.

“Tidak ada salahnya penanganan jalan ini turut melibatkan peran perusahaan setempat. Jalan tersebut juga menjadi akses yang menopang aktivitas masyarakat dalam menjual hasil perkebunan, sehingga perusahaan seperti PT ALNO dapat turut mengambil peran,” pungkasnya.[adv]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here