
RAKYAT DAERAH – Sebanyak 200 peserta dari berbagai sekolah, universitas dan komunitas musik di Provinsi Bengkulu mengikuti kegiatan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya bertema “Mengasah Bakat, Menguatkan Tradisi” di Gedung Teater Taman Budaya Bengkulu, Senin (21/9).
Kegiatan yang digelar Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia berkolaborasi dengan Tak Dung-Dung Festival tersebut berlangsung selama tiga hari.
Ketua Pelaksana kegiatan, Sandi Aprianto mengatakan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menjaring sekaligus mengembangkan potensi talenta seni budaya yang ada di Bengkulu, khususnya di bidang musik.
“Kegiatan ini bertujuan untuk melihat talenta dari anak-anak Bengkulu. Kita berikan ruang untuk melihat talenta mereka, terkhusus seni budaya,” ujar Sandi.
Menurutnya, dari sekitar 200 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut nantinya akan dilakukan proses penjaringan hingga tersisa 40 talenta.
Ke-40 peserta tersebut kemudian akan dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok diberikan ruang untuk berkolaborasi dan menciptakan karya seni musik sebagai bagian dari proses pengembangan bakat.
“Total pesertanya ada sekitar 200 yang semuanya dari wilayah Bengkulu. Nanti dari 200 peserta akan kita jaring menjadi 40 peserta dan dibagi menjadi lima kelompok untuk diberi ruang menciptakan seni musik agar menunjukkan talenta mereka,” ungkapnya.
Sandi menjelaskan, hasil karya para peserta nantinya akan ditampilkan pada hari terakhir kegiatan. Penampilan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses melihat kemampuan dan potensi talenta yang mengikuti kegiatan.
“Di hari terakhir nanti kita akan menampilkan karya yang akan kita pilih dari 200 peserta yang ada,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Bengkulu, Iskandar Mulya Siregar, S.Si., M.A.P., mengatakan kegiatan MTN Seni Budaya menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan talenta-talenta seni yang ada di Bengkulu.
Menurut Iskandar, kegiatan kali ini secara khusus memberikan perhatian terhadap seni musik tradisional, termasuk musik Dol yang menjadi salah satu identitas budaya Bengkulu.
“Dengan acara ini bagaimana kita mengembangkan talenta-talenta yang ada. Pada kegiatan hari ini fokusnya di musik Dol dan para talenta akan dikelola sedemikian rupa serta diberi kesempatan di MTN Asah Bakat, sehingga talenta-talenta ini siap naik kelas tidak hanya nasional tapi internasional,” jelas Iskandar.
Ia menilai, keberadaan program tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak Bengkulu untuk mengembangkan kemampuan mereka melalui pembinaan dan ruang tampil yang lebih luas.
“Bakat-bakat yang ada di Bengkulu diberikan ajang oleh pemerintah untuk mengembangkan bakat mereka sehingga menjadi talenta berprestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Iskandar mengatakan, peserta yang berhasil melewati berbagai tahapan dalam program MTN akan mendapatkan kesempatan untuk tampil pada ajang seni di tingkat nasional hingga internasional.
“Setelah melalui berbagai macam kegiatan yang diselenggarakan oleh MTN ini, talenta yang lolos akan diberi kesempatan tampil di ajang nasional dan internasional,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan pembinaan dari dua narasumber, yakni Ridwan Jailani dan Dedi Santoso yang memberikan materi mengenai seni budaya, khususnya seni musik.
Melalui program tersebut, seni budaya Bengkulu diharapkan semakin berkembang sekaligus membuka peluang bagi talenta-talenta muda daerah untuk membawa karya dan identitas budaya Bengkulu ke tingkat yang lebih luas.[red]





