BGN Hentikan Sementara SPPG di Lebong, Gubernur dan Kapolda Kompak Tunggu Hasil Penyelidikan

0
486
Tampak RSUD Lebong penuh usai ratusan pelajar menjalani perawatan medis/Rakyatdaerah

RAKYAT DAERAH – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebong. Menyusul, siswa dan beberapa guru di Kabupaten Lebong, diduga keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kecamatan Lebong Sakti.

Menyikapi tersebut, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menegaskan, persoalan ini bukan menjadi hal biasa lantaran ada ratusan pelajar yang menjadi korban di Kabupaten Lebong. Sekalipun ia meminta semua pihak menunggu aparat penegak hukum (APH) di Lebong bekerja.

“Kita tunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang,” ujar mantan Walikota Bengkulu dua periode ini usai memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN) ke-27, pada Sabtu (30/8).

Berdasarkan rekap terakhir yang diterima redaksi Rakyat Daerah pada tanggal 28 Agustus 2025 pukul 12.30 WIB, ada 446 pelajar jenjang SD, SMP, dan MTS telah mendapatkan perawatan medis usai santap MBG. Baik menjalani perawatan di RSUD, Puskesmas, hingga praktek mandiri.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Mardiyono beserta rombongan meninjau lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Lebong Sakti pada Kamis (28/8). Di lokasi, SPPG itu di ditutup dengan cara disegel menggunakan garis polisi. Bahkan, kepala dapurnya diamankan oleh pihak kepolisian.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Mardiyono beserta rombongan meninjau lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Limau Pit, pada Kamis (28/8)

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Mardiyono mengatakan, bahwa pihaknya serius melakukan penyelidikan atas dugaan keracunan massal yang diduga berasal dari SPPG Dapur Kecamatan Lebong Sakti selaku penyedia suplai makanan.

Ia mengatakan kondisi para pelajar sudah membaik. Untuk memastikan penyebab keracunan, pihaknya menunggu hasil uji laboratorium BPOM Bengkulu yang berlokasi di Balai POM, Kota Bengkulu.

“Alhamdulillah 50 persen (pelajar, red) sudah kembali. Setelah itu, sambil jalan. Kita melihat investigasi mulai dari dapur dan penyalurannya. Kita belum bisa menyimpulkan karena hasil lab dari BPOM belum keluar,” kata Kapolda di lokasi.

Lebih jauh, ia menunggu hasil kerja jajarannya di Kabupaten Lebong, untuk mengusut tuntas yang menyebabkan korban hingga ratusan pelajar. “Kebetulan dari Polres sudah minta keterangan (saksi). Namun, hasilnya (penyelidikan, red) belum kita dapatkan,” demikian Kapolda. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here