BRI Masih Bungkam, Nasabah Akui Dapat Pesan Penolakan Ganti Saldo yang Hilang

0
489

RAKYAT DAERAH – Nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bengkulu berinisial RM yang mengaku kehilangan saldo tabungan senilai Rp 15 juta harus gigit jari. Pasalnya, BRI menyatakan tidak akan mengganti uang tersebut.

Hal itu disampaikan RM kepada wartawan usai menerima panggilan telepon Bank BRI Cabang Bengkulu pada Rabu (9/7) lalu.

“Mereka (BRI, red) sudah menelepon saya, katanya untuk saldo saya yang hilang tidak ada solusi,” sesal RM.

Di sisi lain, ia juga menerima pesan notifikasi dari Bank BRI melalui pesan WhatsApp dengan menyatakan dirinya menjadi korban Card Trapping. Bahkan, untuk saldo yang raib tersebut tidak dapat dikembalikan.

“Kami telah melakukan analis lebih lanjut bahwa bapak menjadi korban tindak kejahatan perbankan dengan modus Card Trapping. Saat ini, permintaan bapak terkait pengembalian dana, dengan berat hati belum dapat kami penuhi,” baca RM sesuai isi pesan notifikasi admin Bank BRI melalui pesan WhatsApp.

Sebelumnya, RM ke Kantor Bank BRI Cabang Bengkulu S Parman awalnya mau mengurus kartu ATM yang tertelan mesin.

Betapa kagetnya RM saat tiba di kantor Bank BRI Cabang Bengkulu, mengetahui saldo tabungannya secara tiba-tiba hilang. Bahkan, saldo tabungannya yang raib hingga 15 juta rupiah.

Ironisnya, ia juga merasa kaget mendapati pemberitahuan bahwa aktivasi rekeningnya telah melakukan transaksi sebanyak 3 kali. Dengan rincian 1 kali transfer dan 2 kali tarik tunai dengan jumlah nominal sebesar Rp 15 juta.

Wartawan telah berupaya mengkonfirmasi pihak Bank BRI Cabang Bengkulu di S Parman pada Selasa (8/7) lalu. Namun, saat berbicara dengan security petugas menolak wartawan untuk mengkonfirmasi perihal tersebut.

Bahkan, wartawan diminta security mencari tahu nama pimpinan BRI cabang Bengkulu yang hendak ditemui atau dikonfirmasi perihal saldo tersebut.

Terkait kasus raibnya saldo nasabah Bank BRI tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi melalui Kepala Bagian PEPK dan LMS Kantor OJK Bengkulu, Delpa Susianti meminta kepada nasabah Bank BRI yang mengalami kasus saldo tabungannya tiba-tiba raib, untuk melaporkannya ke OJK, jika tidak ada respon dari pihak Bank BRI.

“Sesuai prosedurnya, ketika yang bersangkutan merasa dananya berkurang dari rekening, yang bersangkutan harus segera lapor ke banknya, biasanya ada beberapa hal yang diminta oleh bank (kronologinya, laporan polisi (menyusul), rekeningnya). akan ditanggapi berikutnya oleh bank,” ujarnya kepada Rakyat Daerah, Kamis (10/7).

Kendati demikian, pihak OJK Bengkulu belum mengetahui dengan jelas apa persoalan menghilangnya saldo nasabah Bank BRI, apakah karena skimming atau kesalahan dari nasabah itu sendiri.

“Atau yang bersangkutan bisa langsung segera melaporkan ke IASC (Indonesia Anti Scam Center). Sesuai prosedur dan ketentuan IASC dapat dilihat di websitenya: iasc.ojk.go.id. Dan Informasi juga bisa melalui telpon kontak OJK 157 atau email ke iasc@ojk.go.id,” demikian Delpa. [011]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here