8 Orang Tim Ekspedisi Gunung Patah Hilang Kontak 

0
267

RAKYAT DAERAH – Tim ekspedisi Gunung Api Patah yang berjumlah 8 orang dikabarkan hilang kontak dengan basecamp pemantau di Desa Sukarami. Bahkan, tim yang diketuai Bambang sesuai dengan jadwal pendakian seharusnya sudah kembali ke basecamp desa pada tanggal 15 Maret 2025, namun hinggga hari ini tim yang tergabung dalam organisasi Bengkulu Selatan Rescue (BSR) tergabung belum juga kembali.

Dari pantauan Jurnalis RakyatDaerah.Com, tim dikabarkan melakukan perintisan jalur pendakian Gunung Api Patah melaui Desa Sukarami, Kecamatan Air Nipis Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Diketahui Kedelapan pendaki itu berasal Bengkulu Selatan, Kota Bengkulu dan dua orang dari Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Unihaz Bengkulu. Para pendaki yang tergabung dalam organisasi BSR ini mulai melakukan pendakian sejak, Jumat 7 Maret 2025. Namun, sejak Sabtu 8 Maret 2025 tim putus kontak hingga sampai saat ini belum ada kabar ataupun komunikasi terhadap kedelapan pendaki tersebut.

Adapun, kedelapan pendaki tersebut diketahui bernama, Budi, Rahmat, Ramadan, Bambang, Ogi, Herzan, Gading, dan satu lagi Joni.

Kepala Basarnas Bengkulu Selatan Dani saat dihubungi awak media membenarkan, jika memang ada delapan orang pendaki Gunung Patah dikabarkan hilang kontak. Pihaknya saat ini telah menerjunkan tim untuk melakukan pencarian.

“Sampai saat ini masih nihil, kami (Basarnas Bengkulu Selatan, red), TNI, Orari terus melakukan kontak dan pemantauan,” kata Dani.

Menurutnya, setelah menerima informasi adanya 8 orang pendaki hilang kontak, Tim Basarnas dan Babinsa Kodim 0408 BS/Kaur telah berada di titik awal keberangkatan para pendaki.

Bukan hanya itu, tim pencarian juga sudah bermalam untuk memantau situasi di lapangan sebelum langkah pencarian lebih lanjut dilakukan.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin, mudah-mudahan mereka dalam keadaan baik-baik saja,” ujarnya.

Sementara itu, sesuai izin pendakian, mereka dijadwalkan turun gunung pada, Sabtu 15 Maret 2025 lalu. Sayangnya, diperkirakan tim baru mulai mendaki pada, Sabtu 8 Maret dan seharusnya kembali 16 Maret 2025. Artinya, mereka sudah terlambat empat hari dari jadwal kepulangan.[924]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here