RAKYAT DAERAH – Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kaur yang digelar pada Selasa (14/3) berjalan dengan lancar. Dalam pelaksannya panitia Musda mengangkat Tema “Meningkatkan Peran Ulama Dalam Membangun Kaur Yang Religius dan Berkarakter. Acara dilaksanakan di Lantai III Pemda Kaur, Selasa (14/3).
Bupati Kaur H. Lismidianto SH, MH yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kaur Dr. Drs Ersan Syafiri M.M, Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu Umum MUI DR. Dani Hamdani M.Pd dan Ketua Umum MUI Kabupaten Kaur H. Ir Herwan, Kementrian Agama (Kemenag) Kaur dan forkopimda Kabupaten Kaur.
Sekda Kaur Dr. Drs. Ersan Syafiri M.M berpesan dengan adanya peran ulama maka nantinya Kabupaten Kaur semakin Religius terkhusus pemuda dan pemudi yang mileneal.
“Mari kita memaknai apa yang telah di laksanakan sebagai peran ulama agar kita berkontribusi untuk sama-sama membenahi Kabupaten Kaur maju ke depannya. MUI Kaur berperan dalam menjalankan program pelajar Berseri di Kabupaten Kaur, serta saling mendukung dalam hal menjalankan program program pemerintahan terkait kemasyarakatan,” ujar Ersan Syafiri.
Dalam sambutan Ketua Majelis Ulama Kabupaten Kaur H. Ir Herwan mengatakan, berharap pemilihan ini diberikan kemudahan, kelancaran dan tidak ada perdebatan ketika nanti telah terpilihnya kepengurusan yang baru.
“Semoga kelak estafet kepengurusan lebih maju dan proaktif baik itu di kalangan Pemerintahan Daerah, Desa Maupun Pemuda dan Pemudi dan bermanfaat untuk semua kalangan,” kata H. Herwan.
Adapun sambutan dari ketua Majelis Ulama I donesia Provinsi Bengkulu DR. Dani Hamdani M.Pd menyampaikan, semua peserta dalam Musda MUI Kabupaten Kaur ini, dapat menjadi super tim, jika ada perbedaan tetapi tetap satu tujuan.
“Mari kita hilangkan ego kelompok dan berperan sebagai ulama untuk menjadikan Kabupaten Kaur menjadi lebih baik,” tegas Dani Hamdani.
Berikut hasil Musda ini terpilih Kepengurusan MUI Kabupaten Kaur Periode 2023-2028 yaitu Yuli Sasman (Ketua Umum), Marten Yusuf (Ketua I), Khairun Nasikin (Ketua II), Qomaruddin (Ketua III), Robi Antomi (Sekretaris I), Dasuki (Sekretaris II), Agus Supianto (Bendahara I) dan Muflihah Fitriani (Bendahara II).[026]






