
RAKYAT DAERAH – Nama Repal Pahlevi kembali menjadi sorotan dalam perkara dugaan penipuan seleksi Direktur Utama (Dirut) Bank Bengkulu yang saat ini tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu. Namun, dugaan pemanfaatan nama Tomi oleh Repal disebut bukan hanya terjadi dalam perkara tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Repal Pahlevi diduga pernah menggunakan nama Tomi dalam persoalan lain yang melibatkan seseorang bernama Asep. Peristiwa itu disebut tidak berlanjut ke laporan resmi kepada aparat penegak hukum (APH) di Bengkulu.
Persoalan tersebut bahkan sempat disinggung dalam pemeriksaan saksi di persidangan PN Bengkulu beberapa waktu lalu. Dugaan kasus yang melibatkan Asep itu disebut menjadi awal terungkapnya tindakan Repal yang diduga mencatut nama Tomi.
Menurut informasi yang diperoleh media ini, jauh sebelum perkara dugaan penipuan terkait seleksi Dirut Bank Bengkulu mencuat, hubungan Repal dengan Tomi dikabarkan telah berakhir. Repal disebut sudah diminta tidak lagi mengikuti atau berada di lingkungan Tomi setelah dugaan penggunaan nama tersebut terungkap.
Peristiwa itu bermula ketika Repal diduga meminjam uang kepada Asep dengan membawa-bawa nama Tomi. Asep kemudian mendatangi Tomi bersama sejumlah anggota Tim Kreatif untuk meminta penjelasan mengenai uang yang digunakan Repal.
Nilai uang yang dipersoalkan tersebut disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, Asep mengaku percaya kepada Repal karena yang bersangkutan kerap menyebut nama Tomi dalam urusannya.
Setelah persoalan itu mencuat, Repal dikabarkan tidak lagi diperbolehkan berada di lingkungan Tomi. Repal juga disebut telah menyampaikan permohonan maaf dan membuat pernyataan bahwa tindakan tersebut dilakukan atas inisiatifnya sendiri.
Dalam perkembangan persoalan tersebut, Repal juga disebut sempat mengaitkan sejumlah orang di lingkungan Tomi. Salah satu nama yang muncul adalah Cik Toni, yang menurut informasi tersebut disebut-sebut ikut menikmati uang dari Asep. Namun, dugaan keterlibatan tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.
Sementara itu, setelah persidangan berlangsung beberapa waktu lalu, Tomi bersama tim kuasa hukumnya sempat memperlihatkan kepada awak media sebuah video yang memperlihatkan Repal menyampaikan pernyataan dan permohonan maaf. Video tersebut disebut berkaitan dengan penggunaan nama Tomi oleh Repal untuk kepentingan pribadinya.
Hingga berita ini disusun, berbagai informasi mengenai dugaan penggunaan nama Tomi dalam persoalan tersebut masih perlu dikonfirmasi secara menyeluruh kepada pihak-pihak yang disebutkan.
Penyebutan nama dalam pemberitaan ini tidak serta-merta membuktikan keterlibatan atau kesalahan pihak tertentu. Konfirmasi dari Repal Pahlevi, Tomi, Asep, maupun pihak lain yang disebut diperlukan agar persoalan ini dapat diberitakan secara berimbang.[red]





