RAKYAT DAERAH – Universitas Bengkulu (Unib) menandai genap satu tahun kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si. melalui acara Coffee Morning bersama mitra media di taman Fakultas Pertanian. Dalam pertemuan itu, Rektor memaparkan capaian di bidang pemeringkatan, pendidikan, riset, kerja sama, tata kelola, dan infrastruktur, serta mengajak media terus memberi masukan bagi kemajuan kampus.
Rektor menegaskan bahwa satu tahun ini menjadi kesempatan mempertanggungjawabkan langkah yang telah diambil sekaligus mendengar harapan masyarakat. Arah kepemimpinan yang dikuatkan sejak awal adalah Unib Berdampak, yaitu pendidikan yang membuka kesempatan bagi mahasiswa, penelitian yang dekat dengan persoalan masyarakat, kerja sama yang menghasilkan kegiatan bermanfaat, dan layanan kampus yang mudah diakses.
“Keberhasilan semua itu akan kita ukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat Bengkulu dan Indonesia atas kehadiran Unib,” ujar Rektor.
Peringkat dan mutu pendidikan
Posisi Unib dalam SCImago Institutions Rankings (SIR) naik dari peringkat 66 pada 2025 menjadi peringkat 46 pada 2026. Sebelumnya, Unib berada di peringkat 51 pada 2024.
Jumlah program studi berakreditasi Unggul atau A meningkat dari 28 menjadi 39 program studi pada 2026. Dari total 87 program studi, proporsinya mencapai sekitar 45 persen.
Program studi baru, penataan rumpun kesehatan, dan ijazah dwibahasa
Unib membuka empat program studi baru: S1 Teknik Industri, S2 Teknik Sipil, S2 Teknik Mesin, dan S1 Penyuluhan Pertanian.
Di rumpun kesehatan, program studi Kebidanan dan Keperawatan yang sebelumnya berada di FMIPA kini ditempatkan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) agar pengembangannya lebih terarah.
Sejak wisuda ke-113, Unib menerbitkan ijazah dan transkrip nilai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk membuka peluang lulusan melanjutkan studi maupun bekerja. Unib juga menerima mahasiswa internasional: 16 orang pada gelombang pertama dan 9 orang pada gelombang kedua, dan proses penerimaan masih berjalan.
Minat Masyarakat dan Akses Pendidikan
Pada penerimaan mahasiswa 2026, jumlah peminat dari seluruh jalur masuk mencapai 42.854 orang, naik dari 40.950 pada tahun sebelumnya. Sebanyak 5.900 peserta diterima, dengan tingkat keketatan 13,77 persen.
Untuk tahun akademik 2026/2027, realisasi penerima KIP Kuliah dari jalur SNBP dan SNBT mencapai 691 mahasiswa, dan penambahan dari jalur lain masih berlangsung. Unib juga menjalankan program KIP-PA (Partner Academic), yaitu pendampingan akademik bagi penerima KIP oleh kakak tingkat sesama penerima KIP agar adik-adiknya terus berprestasi.
Riset dan Infrastruktur
Pada Januari hingga September 2026, Unib mencatat 178 publikasi internasional terindeks Scopus dan 553 publikasi pada jurnal terindeks SINTA. Rektor menyebut tantangan ke depan adalah memastikan hasil riset semakin mudah dimanfaatkan dalam pembelajaran, pelayanan publik, dunia usaha, dan penyelesaian persoalan masyarakat. Untuk mendukung praktikum dan penelitian, saat ini Unib sedang membangun Laboratorium FMIPA.
Kerja Sama, Aset, dan Usaha
Selama satu tahun, Unib menjalin 26 nota kesepahaman (MoU) dengan instansi di dalam dan luar negeri. Jaringan Ikatan Keluarga Alumni juga telah dibentuk hingga tingkat fakultas.
Unib menerima hibah Barang Milik Daerah dari Pemerintah Provinsi Bengkulu berupa tanah seluas 19.860 meter persegi beserta bangunan eks Transito di Jalan W.R. Supratman, Kandang Limun, Kota Bengkulu, dengan nilai perolehan Rp2.795.650.000.
Rektor menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bengkulu dan menyatakan aset itu akan dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung layanan kampus.
Unib juga memperkuat Badan Pengelola Usaha (BPU) yang mengelola seluruh lini usaha universitas. Pengembangannya mengutamakan pelayanan kepada masyarakat, tidak semata mencari laba, dan sekaligus mendukung keberlanjutan keuangan kampus.
Tata Kelola dan penghargaan
Laporan keuangan BLU Unib tahun 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor independen. Dalam Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Unib memperoleh nilai 84,6 dengan predikat A. Nilai itu terdiri atas perencanaan kinerja 24,6, pengukuran kinerja 27, pelaporan kinerja 10,5, dan evaluasi akuntabilitas kinerja internal 22,5.
Pada 2026, Unib juga menerima sejumlah penghargaan:
PNBP Badan Layanan Umum Terbaik dari KPKNL Bengkulu atas kinerja pengelolaan BMN tahun 2025;
• Penghargaan kolaborasi dari BPS Provinsi Bengkulu, serta Pojok Statistik Terbaik I Nasional kategori Binaan BPS Provinsi pada Anugerah Hari Statistik Nasional 2026.
• Medali Perunggu kategori perguruan tinggi bidang kebijakan (Policy) pada UB Halal Metric Award 2026, atas dukungan terhadap pengembangan ekosistem halal nasional.
Peran media
Rektor menyebut media sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi tentang peluang pendidikan, hasil penelitian, dan layanan Unib kepada masyarakat. Ia juga mengajak media memberi masukan yang jujur dan membangun.
“Melalui pertanyaan dan kritik media, kami dapat memahami bagian yang belum jelas serta pekerjaan yang masih perlu dibenahi,” kata Rektor.
Ia menegaskan bahwa capaian yang dipaparkan merupakan hasil kerja bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra, pemerintah, dan masyarakat. Banyak di antaranya juga melanjutkan fondasi yang diletakkan para pendahulu.
“Kami terus berupaya agar Unib senantiasa memberikan dampak bagi Indonesia umumnya dan masyarakat Bengkulu khususnya,” tutup Rektor.[***]






