Solusi Nyata Atasi Sampah Ala Benny Suharto, Ubah Masalah Menjadi Potensi Daerah

0
256

RAKYAT DAERAH – Calon Wali Kota Bengkulu, Benny Suharto menyoroti berbagai permasalahan dasar yang kerap dikeluhkan masyarakat yang hingga kini belum kunjung tuntas. Hal mencolok yang selama ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kepala daerah yang memimpin Kota Bengkulu yaitu persoalan sampah. Berbagai ide dan terobosan pemimpin terdahulu nampaknya belum memberikan dampak yang nyata untuk mengatasi permasalahan sampah.

Menurutnya penyelesaian masalah penanganan sampah harus dilakukan melalui kolaborasi para pihak serta mengedepankan inovasi. Sampah bukan sesuatu yang menakutkan karena beban pengeluaran, tidak identik dengan masalah klasik warga perkotaan, bukan ancaman melainkan peluang. Sampah dalam pandangan Benny memang sebuah keniscayaan namun kemampuan beradaptasi dan berinovasi yang akan menentukan. Apakah sampah tetap menjadi sampah (masalah) atau sebaliknya menjadi potensi ekonomi.

“Ketika kita berbicara dalam kapasitas pemerintahan maka core-nya adalah regulasi. Kita lihat dulu regulasi yang kita punya seperti apa, apakah cukup akomodatif untuk melakukan terobosan-terbosan atau regulasinya kaku sehingga menjebak kita sendiri,” kata Benny.

Dirinya melihat penanganan sampah saat ini masih sangat konvensional, miskin inovasi akibatnya masalah sampah kita jadi sorotan. Tentu hulu dari masalah ini adalah soal kebijakan dan muaranya lagi adalah regulasi.

Lebih lanjut di jelaskannya, kunci dari mengatasi permasalahan tersebut terletak pada kebijakan. Terobosan-terobosan terhadap kebijakan yang strategis diyakini mampu mengubah sampah yang selama ini jadi momok menakutkan menjadi potensi yang bisa menambah pendapatan.

“Menggabungkan model pengelolaan sampah perkotaan dalam konsep sampah sirkular dengan penekanan pada solusi daur ulang guna meningkatkan nilai ekonomi sampah pasti akan lebih efektif. Kita dorong partisipasi aktif masyarakat dan keterlibatan multi-sektor untuk menyediakan layanan persampahan terintegrasi. Banyak kok daerah-daerah yang bisa memanfaatkan persoalan ini menjadi potensi dengan nilai ekonomis tinggi, Ini soal niat saja” tambahnya.

Pada aspek kelembagaan, Benny Suharto akan membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan yang akan akan menjadi pusat pengubah sampah menjadi barang bernilai ekonomis. Selanjutnya dibentuk Kolompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan bertugas menjadi sistem operasional persampahan. KSM ini nantinya selain menjadi leader dalam tata kelolah sampah tapi sebagai upaya menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Mungkin orang akan bertanya bagaimana dengan nasib pihak-pihak swasta yang selama ini menjadi pengumpul sampah? Saya katakan, tidak perlu khawatir justru konsep ini akan menjadi solusi bersama. Mereka akan menjadi mitra pemerintah dalam bentuk KSM dengan proyeksi sama-sama menghasilkan uang. Kuncinya itu menjadikan sampah sebagai barang bernilai eknomis artinya ini soal pendapatan tidak lagi berbicara masalah, yang akan kita lakukan membangun pendapatan daerah dengan sampah berbasis pelayanan” tutupnya. [102]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here