
RAKYAT DAERAH – Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Bengkulu terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas olahraga melalui proyek rehabilitasi Lapangan Tenis Indoor. Pekerjaan yang mencakup perbaikan menyeluruh bangunan dan fasilitas pendukung tersebut ditargetkan rampung pada akhir November 2026.
Kontraktor pelaksana, CV Zifa Bangun Konstruksi, melaporkan progres pekerjaan telah mencapai 58 persen berdasarkan laporan per 24 Oktober 2026. Dengan capaian tersebut, pihak kontraktor optimistis pekerjaan dapat diselesaikan lebih awal dari batas akhir kontrak pada 25 Desember 2026.
Direktur CV Zifa Bangun Konstruksi, Hardinas Gumai, menjelaskan bahwa pekerjaan rehabilitasi dimulai pada 22 September 2026, sehari setelah penandatanganan kontrak. Proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp967 juta dengan durasi pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Hardinas mengatakan, percepatan pekerjaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kendala administratif menjelang akhir masa kontrak. Untuk itu, pihaknya menerapkan sistem kerja intensif dengan mengoptimalkan waktu pengerjaan, baik siang maupun malam hari.
“Target kami akhir November ini sudah selesai karena takutnya ada kendala di administrasi. Sebab itu kami kerjakan siang malam agar ada jeda waktu sebulan untuk penyelesaian administrasi,” ujar Hardinas saat diwawancarai.
Ia menegaskan, meskipun proyek memiliki cakupan renovasi yang cukup luas, pelaksanaannya diupayakan tidak mengganggu aktivitas olahraga masyarakat maupun kegiatan pegawai di lingkungan Pemda Provinsi Bengkulu.
Pengaturan waktu pengerjaan dilakukan secara fleksibel. Pekerjaan pada bagian luar bangunan dilaksanakan saat lapangan digunakan pada jam operasional, sedangkan pekerjaan di bagian dalam dilakukan ketika lapangan tidak digunakan.

Rehabilitasi Menyeluruh, dari Atap hingga Fasilitas Sanitasi
Hardinas menjelaskan, ruang lingkup rehabilitasi meliputi pembaruan berbagai infrastruktur bangunan, mulai dari pembongkaran dan penggantian atap secara total, penggantian kawat kasa atau Expanded Metal, hingga pengecatan eksterior dan interior.
Pekerjaan juga mencakup perbaikan balkon atau tribun penonton serta penggantian material plafon tribun. Material tribun yang sebelumnya menggunakan triplek diganti menjadi papan gipsum untuk mendukung pembaruan fasilitas bangunan.
Selain itu, sistem penerangan tribun turut diperbaiki melalui penggantian seluruh lampu penerangan. Kontraktor juga melakukan pembuatan sumur bor baru untuk menunjang kebutuhan air di kawasan lapangan tenis tersebut.
Perbaikan menyeluruh juga dilakukan pada fasilitas sanitasi atau kamar mandi. Pekerjaan meliputi penggantian wastafel dan kloset atau Water Closet (WC), sehingga fasilitas pendukung dapat digunakan dengan lebih baik dan nyaman.
Sementara itu, pada area utama lapangan tenis, dilakukan pengecatan ulang lantai untuk memperbarui tampilan sekaligus mendukung kenyamanan penggunaan fasilitas olahraga.
Untuk melaksanakan seluruh pekerjaan tersebut, kontraktor mengerahkan sekitar 20 orang tenaga kerja. Para pekerja dibagi berdasarkan tugas dan keahlian masing-masing agar proses rehabilitasi berjalan lebih efektif dan sesuai dengan tahapan pekerjaan.
Menurut Hardinas, hingga laporan progres terakhir, pelaksanaan konstruksi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Optimistis Rampung Sebelum Kontrak Berakhir
Pihak kontraktor berharap seluruh rangkaian rehabilitasi dapat diselesaikan secara optimal sesuai target yang telah ditetapkan. Percepatan pekerjaan terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kualitas hasil pembangunan.
“Untuk saat ini dan ke depannya kami berharap pengerjaan semakin optimal tanpa menemui kendala berarti, dan optimistis akan selesai sebelum kontrak berakhir,” imbuhnya.
Dengan progres yang telah mencapai 58 persen, rehabilitasi Lapangan Tenis Indoor Pemda Provinsi Bengkulu diharapkan dapat menghadirkan wajah baru fasilitas olahraga yang lebih nyaman, bersih, dan segar.
Pembenahan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sarana olahraga milik pemerintah daerah serta menunjang aktivitas masyarakat yang memanfaatkan lapangan tenis untuk berolahraga.
Melalui pelaksanaan pekerjaan yang terencana dan pengawasan terhadap kualitas konstruksi, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan secara tuntas, berkualitas, dan tepat waktu.
[Kontributor AD]





