“Ngobrol Bersama Rektor Universitas Bengkulu”

0
113
Rektor UNIB, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. bersama jajarannya gelar ngobrol bersama insan pers.dok_rd

RAKYAT DAERAH – Kampus Negeri Terbesar yang yang berdiri sejak 1982 terus terlihat perkembangannya, tidak hanya insfratruktur mahasiswa, dosen hingga pengembangan sistem kampus unggul terus dilakukan. Dimana pada Selasa pagi, (16/12) di Pojok Statistik Unib, Lantai 1 Gedung Perpustakaan Unib, para insan pers ngobrol bersama kepemimpinan baru Universitas Bengkulu (UNIB) periode 2025–2029, yaitu Rektor UNIB, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si.

Coffe Morning itu dihadir wakil rektor, yakni Prof. Dr. Kamaludin, S.E, M.M (WR I Bidang Akademik), Dr. Yulian Fauzi, S.Si, M.Si (WR II Bidang Keuangan dan Umum), Prof. Agustin Zarkani, S.P, M.Si, Ph.D (WR III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni), serta Prof. Ashar Muda Lubis, S.Si, M.Sc, Ph.D (WR IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama).

Dan turut hadir Ketua Senat Unib, Prof. Dr. Herawan Sauni, S.H, MS, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan Umum Drs. Jalaludin, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Drs. M. Mirhasudin, M.Si, Kepala UPA Perpustakaan Dr. Alfarabi, S.Sos, M.A, Wakil Ketua PPID Dr. Yar Johan, SPi, M.Si, Kepala Bagian Umum Biro PKU Mariani, S.E, M.Ak, serta para staf Humas/PPID dan para mahasiswa Duta Pojok Statistik Unib.

“Tata kelola berbasis data dan outcome menjadi pilar utama transformasi Unib. Hal ini sejalan dengan keberadaan Pojok Statistik Unib, hasil kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, yang dinobatkan sebagai Pojok Statistik Perguruan Tinggi Terbaik Nasional,” papar Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P, M.Si. yang sebelumnya pernah duduk dikursi Dekan Fakultas Pertanian.

Prof. Indra mengungkapkan, bahwa Pojok Statistik bukan sekadar ruang penyedia data, tetapi pusat literasi data yang mendukung riset, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Data yang akurat menjadi fondasi penting bagi kebijakan dan penelitian berbasis bukti.

Dalam Coffe morning itu menjadi penyampaian informasi kepada khalayak terkait arah Kepemimpinan dan Strategi Unib 2025–2029.

Dimana Prof. Indra menjelaskan, bahwa visi “Universitas Bengkulu sebagai Kampus Unggul, Inklusif, Inovatif, dan Berdampak untuk Indonesia Emas”, yang diwujudkan melalui pendidikan berkualitas, riset bermanfaat, dan pengabdian yang memberdayakan.

“Kita, Unib menetapkan strategi utama untuk capaian itu, yakni penguatan kurikulum berbasis outcome, pengembangan riset dan hilirisasi inovasi, internasionalisasi, penguatan SDM unggul, digitalisasi tata kelola, diversifikasi pendanaan, serta penguatan kampus berdampak melalui pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat dan SDGs,” terang pimpinan kampus yang memiliki luasan 24,9 Ha. prof Indra.

Kemudian, dalam kesempatan itu Rektor UNIB juga menjawab berapa pertanyaan yang disampaikan oleh Jurnalis yang hadir. Salah satunya soal pemanfaatan sistem Uang Kulian Tunggal (UKT), dimana UNIB saat ini terus meningkatkan penerimaan manfaat atas sistem UKT tersebut.

“Kalau untuk mahasiswa Papua, statusnya mahasiswa reguler, saat ini mereka (Mahasiswa asal Papua, red) sudah tersebar diberbagai jurusan reguler yang di kampus, tidak ada kelas kusus bagi mereka. Semuanya berbaur sebagai mahasiswa reguler lainnya,” jawab Prof. Indra menjelaskan atas pertanyaan Jurnalis, soal penerima manfaat UKT dan mahasiswa Papua.

Tak hanya itu, Prof Indra juga menanggapi pertanyaan soal Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar kampus, dimana untuk PKL dikampus pihak UNIB akan terus mengembangkan kepemanfaatan Perkembangan ekonomi sekitar kampus.

“Kita sudah mengusulkan ke balai jalan terkait peluasan rusa jalan poros kampus UNIB, kemudian soal PKL kedepan kota akan optimalkan tataruangnya sehingga pengembangannya baik, begitu juga didalam kampus kita sudah mengembangkan kios pedagang untuk berjualan sehingga ruang publik atan terus meningkat dengan bagus,” tuturnya.

Selain itu, Prof. Indra menanggapi masukan insan pers, soal pentingnya peran profesor dan akademisi Unib dalam mengisi ruang publik dengan gagasan ilmiah.

“Ketika wartawan meminta pendapat ahli, dosen dan profesor Unib harus hadir. Kontribusi intelektual untuk menyelesaikan persoalan daerah dan bangsa adalah amal jariyah akademik. Dengan kegiatan ini media bisa menjadi jembatannya untuk mempublikasikannya. Kedepan, Unib tidak hanya unggul secara akademik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Inilah kontribusi nyata Unib menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Rektor. [red]

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here